• MENULIS DI TENGAH DISTRAKSI

    MENULIS DI TENGAH DISTRAKSI



    Dunia berjalan sebagaimana mestinya, menarik-narik perhatian kita untuk segera merespon secepat mungkin. Anda orang yang mujur jika mampu melibatkan diri dalam segalanya dan mendapatkan keheningan yang anda cari. Bahasa Persianya, anda multitasking. Sat set sat set, selesai semuanya dalam sekali waktu.


    Tapi bagaimana jika anda tak semujur itu?


    Tenang saja, anda tidak perlu jadi pertapa untuk menulis puisi. Tak perlu masuk tempat-tempat paling sepi untuk mendapatkan Ilham. Anda hanya perlu bernafas dalam-dalam. Menarik-melepas oksigen lebih pelan. Ini memberikan oksigen yang cukup untuk sebuah keheningan yang anda cari.


    Anda tak perlu terus-menerus tegang mencurigai manusia, mengejar dosa-dosa dan kelemahannya. Memberi petuah sana-sini dan mengajak manusia lainnya untuk mengikuti anda. Kepahitan frustasi semacam itu tidak akan melahirkan puisi.


    Bernafaslah dalam-dalam, jika anda percaya di balik segala sesuatu ada hikmahnya, tentu anda tak perlu frustasi. Apa yang anda lihat, anda dengar, anda rasa akan menjadi puisi dengan sendirinya. Puisi-puisi yang anda lahirkan tidak akan bernafas pendek. Bukankah puisi lahir dari kekhusyukan?

  • Gabunglah dengan Komunitas Sapardian

    Ayat Sapardian adalah bukti perpanjangan informasi  mengenai sajak Sapardian dan tempat saya berbagi puisi yang keren

    Halo, saya Jaka Junie. Saya berperan sebagai penyunting Buletin Sapardian yang terbit berkala sebulan sekali


    Bila Anda tertarik menulis sajak Sapardian, kunjungi dan gabung dengan kami di grup puisi Facebook : Komunitas Sapardian
    Komunitas Sapardian dibentuk tanggal 6 Maret 2022.
    Sebuah wadah menulis puisi di facebook dengan bentuk Sapardian

  • Apakah Google Punya AI Puisi?

    Apakah Google punya AI (robot puisi) ?

    Bisa jadi. Namun yang saya temukan adalah ini :
    https://sites.research.google/versebyverse/

    Apa ini? Sesuai dengan tagline nya ayat demi ayat. Verse by Verse. Anda akan dibantu menulis puisi dengan gaya ucap penyair klasik Amerika. Dibantu ayat demi ayat, jadi bukan google yang bikin keseluruhan puisinya.

    Saya tanpa mendownload apps nya.

    Ketika Anda memasukan ayat pertama, akan muncul di bagian bawah inspirasi ayat selanjutnya dari AI. Begitu seterusnya.
    Setidaknya Anda bisa memilih 3 gaya ucap. AI akan menginsipirasi puisi Anda dengan perpaduan dari 3 gaya ucap penyair yang sudah Anda pilih.

    Contoh :
    Saya memilih 2 penyair insipirasi yakni Paul Laurence Dunbar dan William Cullen Bryant. Kemudian saya memasukkan ayat “Aku pulang tanpa beban”

    Maka muncul :
    Sementara penyair murni dalam akarnya, mereka bermain; ( Paul Laurence Dunbar)

    Atau Columbine membesarkan kepala mereka dengan emas ( William Cullen Bryant)

    Menarik bukan?!

  • Robot Puisi, 2

    Robot Puisi, 2

    Seperti halnya uang. Ia baik – sangat baik malah – untuk orang yang membutuhkan. Tapi di tangan orang yang tidak baik, ia sangat jahat.

    Selama Anda tidak memberinya kecerdasan ( clue ), maka ia tetap saja begitu. Semula ia masih netek, belum bisa jalan. Lalu ia mulai bisa merangkak, berjalan, dan lari. Ya lari. Dan larinya sudah semakin cepat meninggalkan Anda yang memberinya kecerdasan.

    Ia bisa menjadi teman yang baik buat Anda. Ia bisa juga menjadi teman yang buruk

    Dunia semakin berkembang. Apapun bisa didomestifikasi. Yang dulunya liar dan antah berantah kini bisa mendekat dan kita peluk. Suka atau tidak, AI sudah menjadi alat puisi era ini.

    Menurut Anda, apakah perlu Komunitas Sapardian masuk lebih dalam ke robot puisi? Menulis puisi yang dihasilkan dari artificial Intelligence? Anda cuma mengetik clue nya saja?

    Mau coba?

  • Robot Puisi

    Robot Puisi

    Ada yang tertarik? Kalo males bikin puisi, minta saja bantuan AI ( artificial Intelligence ) . Ketik saja clue nya. Misal hari ini saya menulis clue bikin puisi tentang perjalanan pulang. Cekidot hasilnya ;
    ____________



    Hari ini, perjalanan kembali ke Ilahi
    Tidur di atas rezeki yang diciptakan Allah
    Pulang ke Ilahi, pulang untuk selamanya

    Pulang ke Ilahi
    Ketika kita tiba di sana,
    akan ada yang menjemput.
    Dan bila kita sudah sampai,
    akan ada yang menerima.

    Bila kau tahu di mana aku berada,
    Mengapa kau tidak menemuiku?
    Kau tahu pulang ke Ilahi adalah hakku,
    Mengapa kau memutuskan?

    Perjalanan pulau
    Ikatan kuat di antara aku dan pulau perjalanan
    Saya mencari pengalaman di sana
    Mengenang kembali kegembiraan yang sudah berganti dengan rasa sedih
    Aku mengenang semua tentang dia
    Tapi ingatanku menjadi semakin tipis saja


    _____________

    Misal nih, kalo ada lomba puisi trus Anda meminta bantuan AI. Hukumnya apa ya? ๐Ÿคญ

    Salahsatu robot puisi itu bernama copy. ai
    Masih banyak app yang lain yang bisa bikin puisi. Bila Anda sering memberinya kecerdasan, maka suatu waktu ia akan merekam kecerdasan itu dan akan lebih jago bikin puisi ketimbang Anda.

    Hasil akhir ada di tangan Anda. Saya hanya mengabarkan info saja ๐Ÿ™

  • Rab ne Bana di Jodi

    Rab ne Bana di Jodi

    Jika menilik dari definisinya, puisi religi lebih banyak menceritakan hubungan secara vertical antara seorang hamba dan Tuhannya.

    Tapi Tuhan Ada di mana-mana, di setiap apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita rasa. Kali ini kita intim dengan Tuhan melalui mahluknya.



    Temukan kebesaran-Nya dalam setiap diri manusia. Rab ne Bana di Jodi. Saya melihat keagungan Tuhan dalam diri Anda.



    Saya sering melihat kedua ayat di bawah ini di kartu undangan pernikahan maupun saat resepsi pernikahan. Seperti penegasan, cinta kepada manusia lain juga merupakan cinta kepada Sang Khalik.



    Yuk, menulis cinta, menceritakan hubungan kita dengan-Nya melalui orang yang kita cintai.

  • PENYEGARAN TIMELINE

    PENYEGARAN TIMELINE

    Puisi bisa lahir dari mana saja. Bisa pengalaman pribadi, cerita orang lain, berita maupun literatur yang lain. Bahkan dari tema/tantangan Komunitas Sapardian. Bukan begitu?!



    Saya yakin seyakin-yakinnya, bila muncul tema mingguan, anda senantiasa berputar-putar pikirannya mencari ide menulis.
    Dari gambar, peristiwa di berita, rangkaian pengalaman pribadi, maupun cerita dari orang lain akan membawa sesuatu yang baru.



    Sesuatu yang baru tersebut masih mentah, butuh proses memasak.
    Dibutuhkan ketrampilan untuk mengembangkan masakan — bahasa — yang baru.



    Jika hanya mengandalkan pada isinya saja, tidak bakalan berkembang pesat.


    Urusan pemikiran filsafat yang baru milik filsuf, moral milik kyai, atau budi pekerti milik guru, tapi urusan penyair adalah menyegarkan bahasa.



    Jadi, kuasai ketrampilan memasaknya. Dan segarkan timeline anda.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai