• SAPARDIAN VERSI DUA

    Sapardian Tiga Bait



    Mari memasuki dunia Sapardian lebih dalam. Kali ini kita berbicara tentang bentuk Sajak Sapardian yang baru. Sapardian Tiga bait terzina.

    Jadi terdiri 3 bait, tiap baitnya 3 larik. Sajak ini diperkenalkan Hasan Aspahani dengan mengadopsi sajak “HANYA” milik Sapardi Djoko Damono. (lihat gambar di bawah)



    ____Hanya____

    Hanya suara burung yang kaudengar
    dan tak pernah kaulihat burung itu
    tapi tahu burung itu ada di sana.

    Hanya desir angin yang kaurasa
    dan tak pernah kaulihat angin itu
    tapi percaya angin itu di sekitarmu.

    Hanya doaku yang bergetar malam ini
    dan tak pernah kaulihat siapa aku
    tapi yakin aku ada dalam dirimu.

    ____Sapardi Djoko Damono_____



    Seperti naskah drama yang sering terdiri dari 3 babak yakni Opening, Konflik dan Penyelesaian. Ini jenis pola bercerita, yang dipakai untuk menyusun kontruksi dramatik dalam tiga bagian cerita.



    Maka Sapardian Tiga Bait juga mengadopsinya menjadi 3 bagian yakni Citraan pertama, Kedua dan Klimaks. Ya, aturan pertama sajak ini harus terdiri dari tiga bait, yang terakhir adalah repetisi.



    Formulanya begini, mula-mula anda membuat citraan pertama (opening) lalu mengulanginya kembali (Repetisi) dengan citraan kedua. Dan memuncak dengan endingnya yang berupa klimaks.



    Bait pertama, point of attack (POA) adalah titik di mana cerita itu bergulir, dari sinilah pembaca akan terseret mengikuti alur cerita. Diksinya sebagai perkenalan sekaligus menunjukkan bergulirnya cerita.



    Bait kedua, titik cerita berkembang. Ada rasa penasaran, tangga dramatiknya menanjak. Antara bait pertama dan kedua menggunakan diksi yang berdekatan.



    Bait ketiga, klimaks. Ending itu bisa berupa perasaan si penulis, bisa berupa kejutan, happy ending, sad ending, dsb.



    Keterangan lebih lanjut, hubungi dokter setempat 😄



    #Sapardian_Tiga_Bait

  • Sudut Pandang



    Sudut pandang erat kaitannya dengan emosi penulis, warna dalam tulisannya juga kemampuan penulis mengolah kata-kata.


    Bila menggambarkan kesedihan, kelaparan, rakus, bisa memakai diksi perut, lambung, dsb.



    Bila menggambarkan kesepian bisa memakai diksi rumah kosong, lorong panjang, insomnia, rumah tak berpintu, dsb.



    Masih banyak diksi yang bertebaran. Bijaklah memakai diksi tersebut.

    Karena tidak semua diksi cocok dengan suasana apa yang ingin anda gambarkan.

  • Menyusun Sapardian

    Jika Anda memilih menulis Sapardian

    Upayakan itu kalimat UTUH dan NYAMBUNG. Bentuklah cerita.

    Bayangkan anda mengalaminya sendiri.

    Jangan tergoda memasukkan banyak unsur.

    Lihat contoh di bawah;



    Unsur pertama : Kuntum Bunga, Senyum, Matahari


    Unsur bait kedua : Kuntum Bunga, Bibir, Kelopak



    Klimaks adalah Anda sendiri

  • PENTINGNYA DESKRIPSI

    #Panduan #SapardianVersiSatu


    3. PENTINGNYA DESKRIPSI



    Hal yang patut anda ingat dalam membuat sajak suasana adalah deskripsi.



    Apa itu deskripsi? Teorinya deskripsi adalah suatu teks yang menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang mampu merangsang indra pembaca. Jenis teks atau paragraf satu ini bertujuan untuk menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan.



    Anda tiba-tiba berpikir, bagaimana caranya menulis deskripsi puisi yang notabene dibatasi ( biasanya max 30 larik) ?

  • CINTA YANG AGUNG

    #Panduan #SapardianVersiSatu


    2. CINTA YANG AGUNG


    Pada dasarnya Sapardian adalah sajak bucin yang dipersonifikasi, yang membuat seolah-olah benda mati memiliki sifat bernyawa atau seolah-olah benda mati tersebut hidup.

  • KOLOKASI

    #Panduan #SapardianVersiSatu
    2. Kolokasi / Kata Berdekatan

    KATA BERDEKATAN

    Selalu petakan kata yang anda gunakan setiap bait. Ini biar tulisan anda tidak loncat2 logikanya.

    Kayu – Api- abu = kayu dibakar api menjadi abu
    Awan – Hujan – tiada = tiada awan ketika hujan SUDAH turun

  • BERCERITALAH DENGAN DIKSI ALAM

    Detik, angin, sakura, langit, bumi, pohon seolah menjadi manusia


    #Panduan #SapardianVersiSatu


    Oke, yang pertama2.

    Jadikan alam segalanya seolah manusia, seolah bernyawa. Punya rasa sedih, senang, gelisah, dsb. Alam bisa sakit, menangis, jatuh. Alam juga bisa berbicara, tertawa, senang dan bahagia.

    Berceritalah dengan diksi Alam.

  • ADA YANG BELUM TAHU APA ITU SAPARDIAN?

    #Panduan #SapardianVersiSatu

    ADA YANG BELUM TAHU APA ITU SAPARDIAN?

    Ini sejenis puisi pendek. Bermula dari puisi di atas

    Dua bait Tiga larik tiap baitnya dengan permainan Repetisi.

    Ada repetisi dan yang menjadikan sajak ini sederhana, utuh, dan juga menawarkan kepelikan yang bikin penasaran.

    _____Aku Ingin____

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
    dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
    kepada api yang menjadikannya abu.

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
    kepada hujan yang menjadikannya tiada.

    _______ Sapardi Djoko Damono, 1989____

    DUA BAIT TIGA LARIK TIAP BAITNYA DENGAN PERMAINAN REPETISI

  • Buletin Sapardian Kembali Selasa Sore Tanggal Dua Mei

    BULETIN SAPARDIAN HADIR KEMBALI
    SELASA SORE TANGGAL 2 MEI

    Menjadi kreatif menulis puisi adalah jalan panjang. Ada fase2 pembelajaran yang kudu dilewati. Tidak bisa tidak, meski Anda memiliki potensi yang besar dalam menulis puisi. Ini bukan magic dan langsung bisa. Apakah dengan merenung terus tiba-tiba Anda mampu menulis puisi?

    Agar kemampuan menulis puisi semakin berkembang, terus menerus menstimulasi tubuh dengan aktifitas kreatif adalah satu-satunya jalan. Pendeknya, Anda harus praktek.

    Komunitas Sapardian hadir untuk melengkapi aktifitas kreatif Anda. Saya selaku admin akan terus menerus berupaya menstimulasi Anda sekalian dengan menulis Sapardian.

    Buletin Sapardian akan hadir kembali dengan format baru. Lebih sueeger seperti es jeruk di siang hari. Kita mulai nulis lagi Selasa Sore tgl 2 Mei. Dengan tema/tantangan yang lebih rumit, bikin mikir lebih. Sudah saatnya mengexplore kemampuan menulis. Bisa apa tidak urusan belakangan.

    Mau pake AI atau tidak, silakan. Yang penting ikhlas menulis dan menikmati setiap minggunya. Sampai ketemu lagi Selasa Sore 👌di grup Facebook Komunitas Sapardian

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai