• Tentang Seorang Orang Tua – puisi Goenawan Mohamad

    Saya mengenal puisi ini ketika membaca buku Tigris terbitan Diva press. Saya tidak tahu kapan puisi ini pertama kali diterbitkan

  • Gerimis Kecil di Jalan Jakarta, Malang – puisi Sapardi Djoko Damono

    Puisi ini termaktub dalam buku pertama – DukaMu Abadi –

  • Untuk Goenawan – puisi Sapardi Djoko Damono

    Puisi ini sebenarnya tidak ada judulnya. Hanya sebuah coretan di kertas dan belum dibukukan

  • YUK MULAI MENULIS SAPARDIAN

    Ada istilah learning by doing. Kalo ga doing ya buat apa learning. Sederhana

    Mulailah menulis.

    Mulailah mencari diksi yang berdekatan

    Cari tema dulu, kemudian gali lebih dalam dengan pemilihan diksi

    Lebih dalam lagi dengan diksi yang beranak-pinak, diksi yang masih punya kekerabatan keluarga. Hehehe…

    Jangan lemah…Saya yakin Anda bisa

    Anda subyek sekaligus korban dalam sinetron Sajak yang Anda tulis ☺️

    Cuma Anda pelakunya, jangan cari kambing hitam xixixixi

  • SUASANA ITU PENTING

    Apa yang Anda rasakan setelah membaca puisi?

    Apakah Anda merasa senang, bahagia, tergugah hati nuraninya, ataupun Anda semakin larut dalam kesedihan?

    Suasana adalah keadaan jiwa setelah kita membaca puisi

    Inilah yang diupayakan penuh oleh seorang penyair dalam setiap puisi

    Gagasan dan pengalaman puitik seorang penyair akan mudah tersampaikan bila suasana terbangun

    Oke. Apakah sekarang Anda memahami apa yang saya sampaikan?

    Lalu bagaimana Anda mendefinisikan suasana?

  • SAPARDIAN TIGA BAIT

    Bedah Sajak

    Perhatikan gambar di atas yang menjadi tolok ukur Sapardian versi dua

    Bait pertama dan kedua memiliki diksi yang berdekatan.

    Diawali dengan kata ‘Hanya’

    Hanya SUARA BURUNG dan hanya DESIR ANGIN

    Kemudian ending adalah Anda. Apa yang menjadi keresahan Anda, apa yang menarik, apa yang ingin Anda sampaikan.

    Semua memakai repetisi.

    Syukur-syukur jika penerapan repetisi itu tiap BAITNYA. Andaipun tidak, cukup repetisi di bait pertama dan kedua saja. Cukup

    Bedah Sajak

    Pedomannya begini, bait pertama dan kedua memakai kolokasi / diksi berdekatan. DESIR ANGIN dan SUARA BURUNG

    Gabungkan keduanya dengan Repetisi yang cantik

  • TIPS MENGHIDUPKAN SUASANA

    Bagian terpenting di sajak Sapardian adalah suasana.

    Bagaimana Anda menghidupkan suasana dalam puisi Anda? Berikut tipsnya

    Mula-mula bangun ceritanya. Deskripsikan detilnya. Anda bisa menggunakan kata ganti Aku, kamu, dia, mereka, kita, dsb

    Yang terakhir, biarkan pembaca menerka makna puisi Anda

    Biarkan tafsiran itu bergerak liar

    Mulailah menulis dan terus menulis.

    Saya yakin Anda bisa. Barangkali Anda menemui kesulitan di bagian awal namun teruslah menulis, gali kemampuan Anda lebih dalam dengan lebih banyak tema. InsyaAllah akan membaik tulisan Anda

    Jangan takut tidak ada yang baca, sebab sajak yang baik akan menemukan pembacanya sendiri

  • SAMAR ITU UNIK

    Kesamaran itu unik. Pengen bilang begini maksudnya begitu

    Tips Nulis Sapardian
  • CONTOH SAPARDIAN VERSI DUA

    Sapardian Tiga Bait

    Perhatikan diksi bait pertama dan kedua

    TELAGA DAN PERAHU

    Kedua bait, baik yang pertama dan kedua berbicara tentang keheningan.

    Bait ketiga adalah klimaks.

  • PASTIKAN DIKSI BAIT PERTAMA DAN KEDUA BERDEKATAN

    Jika anda memutuskan menulis Sapardian Tiga Bait, pastikan diksi bait pertama dan kedua berdekatan. Seperti contoh pada gambar.

    SUARA BURUNG dan DESIR ANGIN

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai