Saya mengenal puisi ini ketika membaca buku Tigris terbitan Diva press. Saya tidak tahu kapan puisi ini pertama kali diterbitkan

Bantu Kamu Bikin Sajak Sapardian
Designed with WordPress
by
Saya mengenal puisi ini ketika membaca buku Tigris terbitan Diva press. Saya tidak tahu kapan puisi ini pertama kali diterbitkan

by
Puisi ini termaktub dalam buku pertama – DukaMu Abadi –

by
Puisi ini sebenarnya tidak ada judulnya. Hanya sebuah coretan di kertas dan belum dibukukan

by
Ada istilah learning by doing. Kalo ga doing ya buat apa learning. Sederhana
Mulailah menulis.

Mulailah mencari diksi yang berdekatan
Cari tema dulu, kemudian gali lebih dalam dengan pemilihan diksi
Lebih dalam lagi dengan diksi yang beranak-pinak, diksi yang masih punya kekerabatan keluarga. Hehehe…
Jangan lemah…Saya yakin Anda bisa

Anda subyek sekaligus korban dalam sinetron Sajak yang Anda tulis ☺️
Cuma Anda pelakunya, jangan cari kambing hitam xixixixi
by
Apa yang Anda rasakan setelah membaca puisi?
Apakah Anda merasa senang, bahagia, tergugah hati nuraninya, ataupun Anda semakin larut dalam kesedihan?
Suasana adalah keadaan jiwa setelah kita membaca puisi
Inilah yang diupayakan penuh oleh seorang penyair dalam setiap puisi
Gagasan dan pengalaman puitik seorang penyair akan mudah tersampaikan bila suasana terbangun

Oke. Apakah sekarang Anda memahami apa yang saya sampaikan?

Lalu bagaimana Anda mendefinisikan suasana?
by

Perhatikan gambar di atas yang menjadi tolok ukur Sapardian versi dua
Bait pertama dan kedua memiliki diksi yang berdekatan.
Diawali dengan kata ‘Hanya’
Hanya SUARA BURUNG dan hanya DESIR ANGIN
Kemudian ending adalah Anda. Apa yang menjadi keresahan Anda, apa yang menarik, apa yang ingin Anda sampaikan.
Semua memakai repetisi.
Syukur-syukur jika penerapan repetisi itu tiap BAITNYA. Andaipun tidak, cukup repetisi di bait pertama dan kedua saja. Cukup

Pedomannya begini, bait pertama dan kedua memakai kolokasi / diksi berdekatan. DESIR ANGIN dan SUARA BURUNG
Gabungkan keduanya dengan Repetisi yang cantik
by
Bagian terpenting di sajak Sapardian adalah suasana.
Bagaimana Anda menghidupkan suasana dalam puisi Anda? Berikut tipsnya

Mula-mula bangun ceritanya. Deskripsikan detilnya. Anda bisa menggunakan kata ganti Aku, kamu, dia, mereka, kita, dsb
Yang terakhir, biarkan pembaca menerka makna puisi Anda
Biarkan tafsiran itu bergerak liar
Mulailah menulis dan terus menulis.
Saya yakin Anda bisa. Barangkali Anda menemui kesulitan di bagian awal namun teruslah menulis, gali kemampuan Anda lebih dalam dengan lebih banyak tema. InsyaAllah akan membaik tulisan Anda
Jangan takut tidak ada yang baca, sebab sajak yang baik akan menemukan pembacanya sendiri

by

Perhatikan diksi bait pertama dan kedua
TELAGA DAN PERAHU
Kedua bait, baik yang pertama dan kedua berbicara tentang keheningan.
Bait ketiga adalah klimaks.
by
Jika anda memutuskan menulis Sapardian Tiga Bait, pastikan diksi bait pertama dan kedua berdekatan. Seperti contoh pada gambar.
SUARA BURUNG dan DESIR ANGIN
