Ketika Kau Melupakan Aku, Sebagian dari Diri Aku Akan Hilang

KETIKA KAMU MELUPAKAN AKU, SEBAGIAN DARI SIAPA AKU AKAN HILANG

Begitulah kekasih anda. Begitu juga puisi.

Ketika anda menulis puisi, anda berusaha untuk terus mengingat, terus berandai-andai. Jari jemari anda berusaha untuk tetap bergerak. Tapi pikiran dan jemari anda kadang tidak sinkron. Itu hal wajar, sangat wajar.

Tapi ketika anda tidak menulis puisi dalam jangka waktu yang lama, sebagian dari puisi akan hilang.

Seberapa kuat anda mengingatnya, seberapa dalam pendekatan anda, anda takkan seluwes dan selentur seperti dulu. Anda tak lagi sama. Begitu juga puisi.

Apakah anda mengingat apa itu kolokasi?

Kolokasi ialah secara bersama meletakkan kata dalam satu tempat. Pengertian paling sederhana yakni KATA BERDEKATAN. Dalam satu bait satu kolokasi.

Bingung? Mari kita praktekkan.

DOA
Kita ambil kolokasi gerakan tubuh : tangan, kaki, mata, kepala.

Kita tambahkan hingga membentuk frasa verba (kata kerja)
– tangan menengadah, kaki bersila, mata memejam, kepala menunduk.

Langkah selanjutnya jadikan klausa (subyek predikat)
– tanganku menengadah – mata ini memejam – kakiku bersila – kepalaku penuh menunduk

Apakah anda dapat mengikuti apa yang saya maksud? Baiklah kita lanjutkan. Setelah klausa terbentuk maka sempurnakan dengan kalimat sederhana.

DOA

Masih kekal tanganku menengadah, di sebuah kamar yang rutin tanpa tercatat.
di mana mata ini memejam, menertibkan diri.
dan aku bersandar pada angin, kakiku bersila ke sebuah jam
yang tak pernah mati
kepalaku penuh menunduk bukan untuk mengelak dari teka-teki
Telah sampai kini tubuhku. Aku tahu.

*Disclaimer : definisi sudah saya sederhanakan. Jika anda cek di kamus, saya yakin anda tambah mumet binti puyeng.

Posted on

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai