AYAT B

AYAT B

Burung-burung pun bermain


Bukan hanya pengembara


Bukan hidup sia-sia


Bisu mati


Bayangan tangan


Berada di senja begini


Beribu gema


Bumi letih


Bila tahun-tahun pun tiba


Berita pecah di puncak kota


Berpijarlah yang hijau


Berderailah


Bahkan letupan dan desis

yang menciptakan suara


Bahkan bunga rumput itu pun berdusta


Berdenyut ketika nampak sekawanan gagak


Batu-batu gua pada suatu pagi


Bau sisa bangkai


Berjatuhan menjelma pendar-pendar di permukaan kolam


Bawa pergi jasadku


Badai rintik-rintik yang di luar itu


Bunga-bunga, bangku dan beberapa orang tua


Berlayarlah di atasnya


Berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya


Bunga-bunga Padma


Biar aku saja yang menjaganya


Bersama Matari


Bumi tertidur oleh nafasmu


Bangkit dari buaiannya


Bicara padaku, saudaraku


Belum lagi mati musim ketika ia mati


Bacakan padaku cerita-cerita tenang pada


Bumi yang tak hendak tidur


Bisik-bisik pohon akasia


Bising Jakarta dari lembah negara


Batu pun retak di lagu serak


Bayang-bayang unggas bersama awan


Buku harian terlepas


Bergegas antara pohon lengang dan detik jam


Berlagu lewat kabut


Bicara dengan senja di atas cakrawala


Bila langit kosong


Bintang berserakan


Bumi, hati dan mungkin puisi


Berkata lewat sepi


Baringkan kota dalam lelap tengah malam


Bila malam makin tebal


Bisik-bisik jantung yang mengungkapkan


Berikan sunyi itu kembali


Biarkan sedih alam ini

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai