Kebebasan


Kejadian ini baru saja terjadi di penangkaran Karnataka.

Ceritanya begini, seekor macan tutul sedang mengejar anjing. Anjing masuk ke toilet melalui jendela. Di belakangnya persis macan tutul juga masuk ke toilet. Pintu toilet terkunci dari luar. Alhasil kedua hewan ini terjebak di toilet.

Melihat macan tutul, anjing tak berani menggonggong dan mojok di salahsatu sudut toilet. Macan tutul meski lapar, dia tidak menerkam anjing. Dia lebih memilik mojok di sudut yang berlawanan. Keduanya terjebak selama 12 jam di toilet.


Apa yang terjadi? Menurut Departemen Kehutanan setempat, satwa liar sangat sensitif dengan kebebasan alamiahnya. Segera setelah menyadari kebebasannya diambil (berburu), satwa liar sudah tak memiliki motivasi untuk makan. Satwa liar akan melupakan rasa laparnya.


Saatnya kita cocoklogi dengan menulis puisi.


Apakah anda berpikir bila ada tantangan maka anda tidak bebas menulis puisi? Apakah anda merasa Sapardian mengkerdilkan puisi? Apakah anda mengasosiasikan diri sebagai seekor macan tutul yang bila kebebasannya diambil anda akan kehilangan motivasi?


Bila anda baru masuk komunitas ini, saya mahfum.


Apakah dengan ada tantangan anda menjadi tidak bebas?

Tidak juga. Tangan dan jemari anda lincah bergerak. Ia bebas bergerak kemana pun anda inginkan tapi toh tidak pernah tangan dan jemari anda lepas dari pangkalnya, kan?! Apakah anda pernah melihat tangan anda lepas dari tubuh anda, kemudian bergerak-gerak sendiri?


Menulis puisi adalah ketrampilan. Tantangan menjadikan anda lebih terlatih menulis puisi. Menemukan sudut nulis yang terbaik, menentukan judul yang pas, memberikan sentuhan kalimat pembuka yang manis juga melatih imajinasi anda. Imajinasi kalau tidak dilatih pasti diksinya itu-itu terus. Anda mungkin tidak bosan, tapi pembaca anda yang bosan.


Apakah Sapardian mengkerdilkan puisi?


Sapardian ialah metode nulis puisi. Saya yakin, sebelumnya anda belum mengetahui apa itu repetisi, apa itu kolokasi, apa itu sajak suasana. Anda menulis puisi tanpa peduli sedikit teknik menulisnya. Anda galau kemudian menulis puisi. Ya, anda tidak salah. Masalahnya, anda tidak sendirian. Yang galau kemudian menulis puisi itu banyak. Buanyaaak sekaliiiii. Semua penyair juga seperti itu. Lalu apa istimewanya anda?

Sapardian tidak menjadikan puisi anda kerdil justru sebaliknya menjadikan puisi anda lebih istimewa. Ada nilai tambah dari drama kegalauan anda. ☺️


Apakah anda seekor macan tutul?


Justru tantangan seharusnya menjadi motivasi anda sebagai penyair. Tanpa tantangan, anak SD juga bisa nulis puisi. Anda seharusnya bisa lebih.

Disclaimer : catatan ini ditulis bukan untuk menghina siapapun dan karya manapun 🫰

Posted on

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai