MENULIS DI TENGAH DISTRAKSI

MENULIS DI TENGAH DISTRAKSI



Dunia berjalan sebagaimana mestinya, menarik-narik perhatian kita untuk segera merespon secepat mungkin. Anda orang yang mujur jika mampu melibatkan diri dalam segalanya dan mendapatkan keheningan yang anda cari. Bahasa Persianya, anda multitasking. Sat set sat set, selesai semuanya dalam sekali waktu.


Tapi bagaimana jika anda tak semujur itu?


Tenang saja, anda tidak perlu jadi pertapa untuk menulis puisi. Tak perlu masuk tempat-tempat paling sepi untuk mendapatkan Ilham. Anda hanya perlu bernafas dalam-dalam. Menarik-melepas oksigen lebih pelan. Ini memberikan oksigen yang cukup untuk sebuah keheningan yang anda cari.


Anda tak perlu terus-menerus tegang mencurigai manusia, mengejar dosa-dosa dan kelemahannya. Memberi petuah sana-sini dan mengajak manusia lainnya untuk mengikuti anda. Kepahitan frustasi semacam itu tidak akan melahirkan puisi.


Bernafaslah dalam-dalam, jika anda percaya di balik segala sesuatu ada hikmahnya, tentu anda tak perlu frustasi. Apa yang anda lihat, anda dengar, anda rasa akan menjadi puisi dengan sendirinya. Puisi-puisi yang anda lahirkan tidak akan bernafas pendek. Bukankah puisi lahir dari kekhusyukan?

Posted on

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai