Jadilah Majnun

JADILAH MAJNUN



Ada begitu banyak langgam bahasa di bumi ini. Ada keindahan yang unik pada masing-masingnya. Ketika menulis puisi, jadilah Majnun kepada Laila. Jadilah orang lain, jadilah segalanya yang menemukan keindahan yang unik dalam bahasa.



Jadilah orang lain; ya, saat mencintai seseorang anda tampak berbeda. Anda berpenampilan secara maksimal. Bukan anda yang sehari-harinya.



Begitu juga saat menulis puisi. Saat anda menjadi orang lain, anda pasti berusaha beda dengan yang lainnya, beda dari anda yang sehari-harinya. Anda tidak bisa tampil apa adanya, karena itu bukan puisi. Puisi adalah anda yang berusaha berpenampilan luar biasa.



Anda yang biasanya mengatakan : “aku mencintaimu”
Anda yang luar biasa mengatakan : ” izinkan aku mencintai sebutir debu yang melekat di ujung sepatumu”



Untuk mengatakan cantik / ganteng, misalnya :


“Kamu cantik bagai bidadari surga” ( x )
“Kulihat rautmu yang turki, rambutmu yahudi. Berlinmu yang lain, setelah aku pergi” ( √ )



Jadilah segalanya; ya, seumpama anda dilahirkan sebagai angin, atau daun-daun, atau bunga-bunga. Tentu saja ada batas gerak/sifat lahiriah yang anda tak mungkin bisa menghindar.



Angin tidak dapat menembus lautan terdalam, daun hanya kepada tanah, bunga-bunga senantiasa kuncup mekar dan layu baktinya.



Anda yang biasa mengatakan : ” Aku adalah angin yang menembus lubuk hatimu”
Anda yang luar biasa akan mengatakan : “kemarilah, kita saling mengadu kepada tanah. Betapa lelah kita menyembunyikan air mata agar tidak begitu saja tumpah”.



Ada begitu banyak langgam bahasa di bumi ini. Jepang, Cina, India, Arab, Eropa, Amerika, Jawa, Sunda, Melayu, Batak, Dayak, Bugis, dsb. Jadilah yang anda suka, yang anda bisa tampil luar biasa. Di mana anda dengan mudah menemukan keunikan dalam bahasa.



Jadilah Majnun dalam menulis puisi.

Posted on

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai