
STRUKTUR TIGA BABAK
Lazimnya digunakan dalam penulisan skenario. Tapi sering juga digunakan dalam penulisan puisi.
Struktur tiga babak memiliki awal, tengah dan akhir. Bisa juga Penataan, Konfrontasi, dan Penyelesaian.
Ini rumusan baku agar penceritaan anda menarik.
Jika anda ingin berpanjang-panjang ria menulis puisi, pastikan memenuhi unsur Struktur Tiga Babak.
Mari kita lihat contohnya;
Sapardi Djoko Damono
BAYANG-BAYANG
/1/
bayang-bayang di jalan itu
mendadak berhenti bergerak
bahkan ketika ada yang bertanya kenapa
/2/
bayang-bayang di jalan itu
tidak juga mau bergerak
dan semakin rapat dan berjanji
tak akan meninggalkannya begitu saja
di sebuah jalan menurun
ke arah perempatan bising
yang tanpa tanda lalu-lintas
tempat ia pada suatu hari
berada tepat di bawah matahari
/3/
bayang-bayang di jalan itu
menyatu dengannya, sepenuhnya
Kalo dilihat dari isinya, puisi ini tak jauh beda dengan BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI dan SONET : X . Lebih cenderung pada suasana batin ato eksistensi si penulis.
Tapi mari kita bahas dari sisi strukturnya,
Nomer 1 : bagian pembuka/awal yang cenderung pada pengenalan bayang-bayang.
Nomer 2 : bagian tengah berisi penjabaran lebih dalam tentang bayang-bayang.
Nomer 3 : bagian akhir/klimaks terdapat kata “menyatu”
Dari 3 babak di atas kita bisa menerka
Tema : Pergulatan batin Si Penulis
Setting Lokasi : perempatan tak bertanda lalu lintas
Setting Waktu : Siang hari
Contoh di atas menggunakan pola induktif, gagasan utamanya ada di bagian akhir. Dalam penulisan puisi Struktur Tiga Babak, Anda bisa menggunakan pola sebaliknya yakni pola deduktif yang di mana gagasan utamanya di bagian awal
Menarik bukan?! Ini rumusan baku agar apa yang anda sampaikan menarik. Jadi, pastikan anda melatih diri menulis puisi dengan struktur tiga babak jika ingin berpanjang-panjang ria.