
BRAINWRITING
Untuk merangsang kreatifitas, biasanya saya akan memulai dengan Brainwriting. Apa itu brainwriting? Apa fungsinya untuk puisi?
Singkatnya begini, Brainwriting adalah sebuah peta ide menulis. Saya butuh peta untuk menulis buku puisi, saya butuh peta untuk membaca sebuah buku puisi. Sebelum menerbitkan e buku puisi, saya akan mengeluarkan sebuah tema/tantangan tiap minggunya. Dari minggu pertama sampai minggu di akhir bulan, tema/tantangan saya buat berdekatan dan berkaitan satu sama lain. Agar nyaman membacanya, agar tidak loncat ke sana-sini.
Lalu apa fungsinya brainwriting untuk penulis? Yups, sudut pandang.
Sebagai penulis tentu kita harus lebih jeli melihat sesuatu lebih dari pembaca.
Dibutuhkan pelbagai sudut pandang untuk itu. Anda kudu berlatih, anda tidak boleh terpaku pada satu sudut pandang. Anda harus mencoba pelbagai sudut pandang.
Anda bisa belajar dari dunia fotografi. Dalam dunia fotografi dikenal dengan istilah angle. , angle merupakan sudut pengambilan gambar saat memotret objek. Angle memotret ada banyak , Normal Angle (Eye level), High Angle (Sudut tinggi), Low Angle (Sudut rendah), Bird view Angle (Sudut sangat tinggi), Frog eye Angle (Sudut sangat rendah).
Minimal sudut pandang yang dimiliki seorang penulis puisi, ada 3. Yakni diri sendiri, sudut orang kedua ( yang terkena efek secara langsung) dan yang ketiga adalah sudut pandang pembacanya yang terkena efek secara tidak langsung. Praktekkan di komunitas sapardian 👌
Menentukan sudut pandang hanya bisa diraih dengan sering2 menulis dan mencoba sudut pandang baru.
Yuk nulis 3 sapardian dan petakan sapardian anda!
Di bawah ini brainwriting saya saat nulis Dongeng Tsunami. Saya bagi menjadi empat sudut pandang. Dari keempat sudut pandang tsb saya bisa melihat lebih detail penjabaran tema.