Prosa Liris

PROSA LIRIS



Erat kaitannya dengan deskripsi. Bagaimana anda menyusun puisi anda dengan sebuah deskripsi-deskripsi kecil.



Misal anda sedang olahraga pagi, kemudian anda menemukan seekor ular di jalan.

Jangan langsung menulis perasaannya : aku bertemu ular, ular itu indah sekali. Atau juga menuang perasaannya begini; aku takut ular, dia memiliki bisa yang paling beracun.



Tidak salah, tapi juga tak sepenuhnya benar.
Saran saya, susunlah dulu deskripsi kecilnya kemudian tambahi perasaan anda.



Misal begini; sepasang kaki, jalan-jalan aspal pagi, detik meruncing seketika aku bersitatap dengannya. Dia mendesis, belum juga kumengucap apa-apa
(Tambahi perasaan anda)


Dia ngeloyor, aku menegang sendiri – versi hahaha
Sampai di sini, aku sepenuhnya sendiri – versi hehehe

Boleh jadi anda takut bertemu ular karena ular hewan yang berbisa. Tapi dalam menyusun puisi jangan langsung berbicara ketakutan anda.


Boleh jadi anda suka dengan corak warna ular yang mengkilap dan penuh warna. Tapi dalam menyusun puisi jangan langsung menuangkannya mentah-mentah



Saran saya, susunlah deskripsi-deskripsi kecilnya dulu. Kemudian menuang perasaannya. Atau mengait-ngaitkan dengan peristiwa lainnya.


Semoga membantu

Posted on

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai