
MEMBERI KEJUTAN PADA ENDING
Ending adalah bagian penting dalam struktur puisi. Ia bisa menjadi rangkuman kegelisahan sang penulis.
Ada salahsatu cara yang asyik untuk dipraktekkan dalam menulis ending. Yakni menggunakan gaya bahasa Zeugma.
Apa itu gaya bahasa Zeugma, berikut paparan yang saya ambil dari
https://jurubaca.wordpress.com/
__________
GAYA BAHASA ZEUGMA
Gaya bahasa atau perangkat puitika yang menggunakan satu kata dari kelompok yang berbeda merujuk ke satu atau dua kata sebelumnya.
Contoh:
Dia tak bisa pergi tanpa ponsel, dompet, dan ketakutan pada wabah.
Kata ponsel dan dompet itu barang yang lazim dibawa orang keluar rumah, keduanya satu kolokasi, tapi kemudian disandingkan dengan frasa “ketakutan pada wabah’, hal lain yang juga terbawa atau ada saat keluar rumah.
Apa yang bisa kita pelajari? Gaya bahasa ini memberikan kejutan/puntiran pada puisi anda.
Cobalah praktekkan, anda pasti menemukan sesuatu yang asyik.
Bukan saja ending, anda juga bisa menerapkan gaya bahasa Zeugma sebelum menulis puisi.
Bikinlah kalimat tunggal seperti contoh di atas, kemudian mengembangkan ceritanya.
Semoga bisa membantu. Salam🙏