
Perhatikan gambar di atas yang menjadi tolok ukur Sapardian versi dua
Bait pertama dan kedua memiliki diksi yang berdekatan.
Diawali dengan kata ‘Hanya’
Hanya SUARA BURUNG dan hanya DESIR ANGIN
Kemudian ending adalah Anda. Apa yang menjadi keresahan Anda, apa yang menarik, apa yang ingin Anda sampaikan.
Semua memakai repetisi.
Syukur-syukur jika penerapan repetisi itu tiap BAITNYA. Andaipun tidak, cukup repetisi di bait pertama dan kedua saja. Cukup

Pedomannya begini, bait pertama dan kedua memakai kolokasi / diksi berdekatan. DESIR ANGIN dan SUARA BURUNG
Gabungkan keduanya dengan Repetisi yang cantik